Berita Terbaru 20.000 Tahun Terasing, Begini Reaksi Suku Pedalaman Paling ‘Buas’ Bertemu Manusia Modern

20.000 Tahun Terasing, Begini Reaksi Suku Pedalaman Paling ‘Buas’ Bertemu Manusia Modern

tribunsumut.com

Beginilah reaksi yang luar biasa yang diperlihatkan oleh suku terasing dan tidak pernah bersentuhan dengan dunia modern.
Mereka berasal dari suku terasing dari hutan pedalaman Brasil seperti apa yang masih diwariskan nenek moyang mereka sejak 20.000 tahun silam.
Foto yang cukup langka ini didokumentasikan oleh fotografer Ricardo Stuckert.
Foto diambil dari ketinggian saat dia menaiki helikopter di atas hutan Amazon.
Mereka merupakan suku Amazon, terlihat bersiap untuk menembakkan tombak dan panah untuk menghalau objek asing yang mereka anggap sebagai ancaman.
Suku terasing ini merupakan suku adat yang tinggal di dekat perbatasan dengan Peru, di Acre negara bagian Brasil, yang diduga memiliki populasi beberapa ratus orang.
Terlihat dari suku pedalaman itu masih mengenakan cat tubuh berwarna-warni.
Sambil mengintip ke arah mata kamera mereka membidik dari balik pepohonan, untuk bersiap-siap menghadapi apapun yang mengancam keberadaan mereka.
Satu foto menunjukkan seorang pria mencoba untuk mempersiapkan tali apa yang tampaknya seperti busur panah.
Sementara itu pria lain berjalan tampak sedang memegang pisau besar.

3b9882f800000578-4061852-mr_struckert_spotted_them_as_he_took_a_helicopter_flight_that_wa-a-46_1482502985322
Dalam semua gambar, suku pedalaman itu tampak terlihat bingung saat helikopter terbang di atas kepala mereka.
Namun, Stuckert kepada National Geographic mengatakan bahwa kemunculan orang pedalaman itu karena ingin lebih tahu lebih ingin tahu untuk keluar dari ketakutan mereka.
“Aku rada ada perasaan ingin tahu dari mereka antara aku dan mereka. Aku merasa kalau aku adalah seorang pelukis dari abad terakhir,” katanya.
“Pikirkan di abad ke-21, masih ada orang yang masih tidak memiliki kontak dengan peradaban, hidup seperti nenek moyang mereka 20.000 tahun yang lalu. Itu adalah emosi yang kuat,” katanya lagi.
Hutan hujan Amazon di perbatasan Brasil Peru, Bolivia dan Kolombia masih menjadi rumah bagi sekitar 100 suku yang tinggal mengisolasi dari dunia modern.
Meskipun Brasil memberlakukan kebijakan ‘tidak ada kontak’ terhadap suku-suku asli, namun keberadaan mereka tetap terancam.
Mereka diperkirakan terancam punah oleh oleh manusia modern akibat dari perambahan hutan dan penebangan pohon yang dilakukan ilegal.