Gantung Diri Di Penjara Karena Melarikan Gadis Di Bawah Umur,Menggunakan Tali Sepatu

Tribunsumut.com  – JRM alias J alias E (18), narapidana Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Tanjunggusta, Medan nekat mengakhiri hidupnya, Jumat (9/6/2017).

Yakni dengan cara gantung diri menggunakan tali sepatu bola.

Napi kasus Pasal 332 KUHP karena melarikan perempuan yang belum dewasa ini ditemukan dalam kondisi sekarat usai gantung diri di kamar mandi umum sekira pukul 08.00 WIB, Jumat (9/6/2017) kemarin.

Karena masih dalam keadaan bernapas, petugas membawa J ke RS Bina Kasih. Namun pada Sabtu (10/9/2017) pukul 09.20 WIB, J dinyatakan meninggal dunia dengan luka jeratan di bagian lehernya.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Sumut, Hermawan Yunianto membenarkan adanya seorang napi di LPKA meninggal dunia usai bunuh diri.

“Iya, memang benar. Tapi saya belum dapat info yang lebih akurat. Coba tanyakan sama Kepala Lapas Anak,” kata Hermawan via selular, Sabtu (10/6/2017).

Kepala LPKA Tanjunggusta, Omo Suratmo belum bisa memberi keterangan saat dikonfirmasi mealui sambungan telepon. Berulang kali dilayangkan panggilan begitu juga pesan singkat, Omo tidak menjawab.(Tribunsumut.com )