Gunung Sinabung Kembali Beraksi

TribunSumut.com, MEDAN – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan Gunung Sinabung meletus hingga dua sampai delapan kali sehari.

“Sejak Rabu pukul 08.00 Wib hingga pukul 12.00 Wib telah terjadi beberapa kali letusan dan 17 kali awan panas guguran,” ujarnya .

Sutopo menjelaskan Pos Pengamatan Gunung Sinabung PVMBG melaporkan pada pukul 10.00 Wib terjadi letusan dengan tinggi kolom 4.200 m disertai dengan luncuran awan panas guguran sejauh 4.500 m ke tenggara-timur.

Ia menjelaskan pada pukul 10.31 WIB, terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur 4.000 meter ke arah tenggara-timur dan tinggi kolom abu 3000 meter.

“Ribuan penduduk terdampak langsung dari hujan abu vulkanik akibat letusan Gunung Sinabung,” ungkapnya.
Ia menjelaskan tidak ada korban jiwa peristiwa tersebut. Namun hujan abu menyebar ke beberapa tempat seperti di Desa Perbaji, Sukatendel, Temberun, Perteguhen, Kuta Rakyat, Simpang Empat, Tiga Pancur, Selandi, Payung, dan Kuta Gugung.

Menurut Sutopo masyarakat memerlukan masker dan air untuk membersihkan lingkungan.

Ia menjelaskan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo bersama TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain bersama masyarakat membagikan masker, pembersihan jalan dan lahan, pembersihan aset-aset pemerintah dan sarana umum lainnya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memasuki zona merah,” ungkapnya.

Sutopo menjelaskan bagisyarakat yang bermukim dan beraktivitas di dekat sungai-sungai yang berhulu Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

Ia mengkhawatirkan bendungan alama yang terbentuk di hulu Sungai Laborus dapat jebol tiba-tiba karena tidak kuat menahan lahar dingin.

“Masyarakat diimbau untuk terus waspada dan mentaati rekomendasi pemerintah. Tidak dapat diprediksikan sampai kapan Gunung Sinabung akan berhenti meletus,” pungkasnya.