Ini Dia Grup atau Kelompok Vespa Terbaru Di MEDAN

Tribunsumut.com – MEDAN – Medan Mods Generation terbentuk berawal dari obrolan yang tak disengaja dari empat pria, yakni Imam Geds, Luffy Faraby, Wahyu Darmono, dan Tengku M. Faritzi.


Keempatnya sangat menyukai Vespa berlanjut hingga terbentuknya komunitas Medan Mods Generation.
“Enggak sengaja dari cerita-cerita genre vespa. Genre Vespa itu sendiri ada aliran klasik sampai moderen. Antara saya dan teman lainnya kompak menyukai genre Vespa moderen atau disebut MOD,” kata Tengku M. Faritzi, saat ditemui di Classic Coffe, beberapa waktu lalu.
Sebagai wakil ketua Medan Mods Generation, ia menjelaskan Mods berasal dari kata Modernis, sub kultur yang berkembang di Inggris sekitar tahun 60-an.
“Pada masa itu vespa atau scooter menjadi fashion dan lifestyle di Negara tersebut. Sedangkan kata Medan, karena komunitas ini berdomisili di kota Medan,” sebutnya.
Oleh karena itu para penggagas ingin menjadikan komunitas vespa di kota Medan sebagai generasi vespa Inggris yang sangat klasik, terbentuklah Medan MODs Generation. Dengan Tagline: Vespa and Fashion.
Ia juga bilang, karena ingin mencari genre yang berbeda dari yang lain dan aksesoris Vespa yang bisa dimodifikasi. Maka, pemilihan Vespa modern terasa tepat sebagai sebuah komunitas Vespa.
Dirinya mengakui walaupun Vespa kendaraan tua, Vespa tetap diminati berbagai kalangan.
“Kita juga ingin mematahkan anggapan bahwa Pengguna vespa di atas 40 tahun saja. Kami yang muda juga suka dengan vespa. Peminat Vespa gak ada batas umur. Anak SMA sampai orang tua juga suka dengan Vespa. Semakin tua umur Vespa semakin diburu,” imbuhnya.
Kegiatannya Medan Mods Generation pun cukup terbilang seru, karena rutin menggelar kopdar (kopi darat), mini tour, Mods May Day, aksi sosial dan lainnya.
“Kopdar biasanya di pelataran Kantor Wilayah I Mandiri, Medan. Atau di Classic Café, setiap sabtu malam dan minggu malam. Terus tiap Minggu pagi kita pasti usahain kumpul di sekitaran Masjid Raya,” bilangnya.
Sedangkan, mini tour diadakan sebulan atau duabulan sekali dengan lokasi yang berbeda.
Kata Faritzi, hal itu bertujuan untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa Vespa itu masih eksis. Bahkan bisa lestari menjadi ikon.
“kita pernah juga gabung dengan komunitas lain utuk menggadakan event seperti Heritage Tour, misalnya. Atau aksi sosial seperti penggalangan dana bantuan bencana dan lainnya,” ungkapnya.
Terang Faritzi, bagi para pengguna Vespa tidak perlu minder dengan Vespanya. Dan baginya Vespa itu semua sama dan para pengguna Vespa merupakan saudara.
“Gak usah minder dengan menggunakan Vespa. Asal kamu suka sama Vespa dan ingin gabung, yuk sama-sama kita kumpul bareng. Di komunitas pasti ada ada saja maslah tapi Alhamdulillah di komunitas kami orang-orangnya terbuka atau open minded jadi segera selesai masalah. Asal kita sama-sama terbuka satu sama lain,” terangnya.
Ia mengajak untuk yang ingin benar-benar gabung bisa datang langsung ke pelataran Kantor Wilayah I Mandiri, Medan dan Classic Café di jalan Abdullah lubis, Medan.
“Enggak perlu daftar buat gabung. Datang aja ngobrol-ngobrol, loyal kumpul kopdar, dan ikut partisipasi dalam setiap kegiatan. Pastinya juga punya visi dan misi yang sama dengan Medan MODs Generation. Komunitas ini sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung, kalaupun kamu belum bisa bergabung karena tidak memiliki Vespa, enggak masalah kok tetap bisa datang setiap kopdar Jumat, pukul 20.00 WIB, di pelataran Kantor Wilayah I Mandiri, Medan. Atau di Classic Café,” ajaknya.(Tribunsumut.com)