Ini Lah 5 Tradisi Tak LAzim Di ikuti

Tribunsumut.com – Di zaman yang sudah maju seperti sekarang, orang-orang mulai meninggalkan kebudayaannya dan lebih memilih kehidupan modern.
Namun hal tersebut tidak berlaku di negara-negara ini.
Beberapa negara ini masih patuh melakukan dan melestarikan kebudayaan negaranya.
Meskipun aneh dan tidak bisa masuk nalar, kebudayaan-kebudayaan ini masih dilakukan sampai sekarang.
Berikut kebudayaan-kebudayaan yang dirangkum tim TribunWow.com dari laman All That is Interesting,
Simak selengkapnya!

1. Budaya Memotong Jari

bizarre-cultural-practices-finger-cutting
Ilustrasi (Allthatisinteresting.com )
Kebudayaan ini ternyata dianut oleh satu suku yang ada di Indonesia, lho! Yaitu Suku Dani di Papua.
Tradisi memotong jari ini harus dipatuhi orang Suku Dani.
Kebudayaan ini dilakukan, sebagai wujud kesetiaan dan duka yang mendalam, atas kematian pasangan atau keluarganya.
Semakin banyak jari yang dipotong, pertanda jumlah saudara yang meninggal atau dalamnya duka.
Lebih pilunya lagi, alat yang digunakan untuk menjalankan tradisi ini, adalah alat tradisional yang disebut kapak batu.

2. Budaya Mayat Berjalan

bizarre-cultural-practices-living-with-dead
Ilustrasi (Allthatisinteresting.com )
Budaya ini juga berasal dari Indonesia, tepatnya di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Tradisi budaya ini dilakukan masyarakat untuk menghormati leluhurnya.
Setiap tiga tahun sekali masyarakat yang bermukim di sekitar pegunungan Sesean, menggelar prosesi adat mengganti pakaian jasad leluhurnya yang disemayamkan di dalam peti tempat pekuburan Patane.
Prosesi adat ini di tempat asalnya disebut Ma’nene.

3. Penyembahan Beruang Ainu

bizarre-cultural-practices-ainu-bear-slaughter
Ilustrasi (Allthatisinteresting.com )
Budaya ini dilakukan oleh Suku Ainu yang berasal dari Jepang.
Ritual kebudayaan ini mengharuskan mereka untuk mengorbankan seekor beruang, karena menurut keyakinan, dewa mereka berwujud beruang dan dikatakan bahwa mengorbankan tubuh beruang itu bisa memberkati jiwa manusia.
Ritual ini pun sadis, mereka harus menyembelih induk beruang yang sedang hibernasi di dalam gua, dan mengambil anaknya untuk dimasukkan ke dalam penangkaran selama dua tahun, yang kemudian nantinya akan ditusuk sebagai tanda ketaatan ‘beragama’ mereka tersebut.
Penyembelihan beruang itu dilakukan untuk warga desa yang juga punya ritual minum darah beruang, makan dagingnya, dan meletakkan tengkoraknya di atas tombak yang kemudian dibungkus dengan kulit beruang. Tombak tersebut nantinya harus disembah oleh mereka.

BACA JUGA : WOW!! Kedapatan Mesum Malah di Suruh Keluar Tanpa Busana

BACA JUGA : Turun Dari Panggung Nikita Mirzani Marah Saat Di Colek, Lihat yang Terjadi! Ini Videonya?

BACA JUGA : Uang Belanja Tidak Mencukupi Dari Suami, Perempuan Ini Terima Layanan Seks Ramai-ramai

4. Budaya Menyalahkan Dirinya Sendiri (Self-Flagellation)

bizarre-cultural-practices-ashura-march
Ilustrasi (Allthatisinteresting.com )
Ritual ini dilakukan dibulan suci Muharram oleh pengikut sekte Syiah Islam.
Tujuan ritual ini adalah menyalahkan diri sendiri untuk memperingati pertempuran Karbala.
Benda-benda yang digunakan pun sangat tajam, seperti pisau, cambukan, dan rantai.
Mereka memukul badan sendiri tepatnya dibelakang atau punggung.
Tradisi ini menyebar hingga India, Pakistan, Australia, bahkan Amerika.
Di Iran, tradisi ini hanya menggunakan benda-benda yang tidak tajam.
Di Arab itu sendiri, tradisi ini sangat dilarang.

5. Gendong di Atas Bara Api

bizarre-cultural-practices-carrying-wife-coal
Ilustrasi (Allthatisinteresting.com )
Beruntung kamu tidak menjadi seorang pemuda yang tinggal di China sana
Karena ada beberapa suku di China yang memiliki ritual pernikahan unik dan cukup mendebarkan.
Bayangkan saja, kalau kamu menikah di sana, maka ada sebuah ritual, dimana kamu harus menggendong mempelai wanita di atas batu bara terbakar yang tentunya sangat panas.
Ritual ini dimaksudkan agar seorang istri menjadi bangga lantaran pria yang dia pilih sebagai suami adalah pria yang mempunyai tenaga besar dan semangat dalam memenuhi kehidupan dan kebutuhan rumah tangga.
Uniknya, ritual berjalan di atas batu bara api ini juga biasa dilakukan untuk mencegah bencana alam.