kabar suka cita Swedia telah mendapat izin mengumandangkan azan

Azan sudah diperbolehkan Berkumandang di Swedia

Swedia sudah boleh azan

Tribunsumut  –  Tidak seperti negara mayoritas islam lain termasuk Indonesia, Masji-Masjid di negara barat dilarang keras mengumandangkan azan.menyebabkan kebisingan, begitulah kira kira pemerintah sekitar yang menjadi alasa mereka untuk melarang mengumandangkan azan. Namun ada kabar baik yang datang dari negara Swedia, Saat ini negara tersebut sudah diizinkan untuk mengumandangkan azan.

Umat Islam di kota Stockholm, Swedia berhasil memenangkan hati masyarakat setempat. Mereka diizinkan melantunkan azan melalui pengeras suara di Masjid Fittja yang berlokasi di kawasan Botkyrka. Izin tersebut didapat setelah melakukan pemungutan suara masyarakat setempat.


Keluarnya izin tersebut tentu menjadi kabar suka cita muslimin Stockholm. Izin azan tak pernah dilakukan pemerintah Swedia sebelumnya. Inilah izin kali pertama selama sejarah Swedia. Pertimbangan pemerintah cukup beralasan, yakni hak asasi manusia. Apalagi mengingat sebagian besar Muslimin Swedia tinggal di Kota Stockholm, terutama Botkyrka. Masjid Fittja pun merupakan satu-satunya masjid di Swedia yang memiliki menara untuk panggilan adzan.

Kepala Pusat Kebudayaan Islam Botkyrka, Ismail Okur mengaucapkan rasa terima kasih kepada dewan kota yang memberikan izin adzan tersebut. Menurutnya, izin tersebut menjadi kabar yang amat bahagia bagi muslimin Botkyrka. “Kami semua sangat senang. Kami berterima kasih kepada anggota dewan atas persetujuannya,” ujarnya seperti dilansir on islam.

Okur mengatakan, azan pertama direncanakan akan dilantunkan pada Bulan Maret. Namun masih terdapat persiapan teknis yang harus diselesaikan. Pasalnya, terdapat aturan-aturan azan yang harus dipatuhi Muslimin agar dapat mengumandangkan adzan melalui speaker di menara masjid.

“Pihak berwenang akan mengukur tingkat kerasnya suara. Menurut aturan, azan dibolehkan mencapai dua kilometer dari kawasan masjid,” ujarnya seperti dikutip laman web world bulletin dari kantor berita Anatolia.

Persiapan tersebut, lanjut Okur, membutuhkan waktu sekitar sebulan. Pihaknya pun memprediksi adzan baru dapat dikumandangkan pada hari Jumat pekan terakhir bulan Maret.

Mengingat saat ini pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan teknis menara masjid. Kendati demikian, muslimin tak keberatan dengan syarat aturan tersebut. Mereka tetap bersyukur dapat mendengar lantunan azan yang menjadi syiar Islam penanda kawasan Muslim tersebut.