Kampung Yesus Nazareth Sangkal Batalkan Perayaan Natal terkait Yerusalem

TribunSumut.com,YERUSALEM – Otoritas Nazareth, kota kampung masa kecil Yesus, menyangkal akan membatalkan perayaan Natal tahun ini sebagai protes keputusan Amerika Serikat (AS) yang akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

 

Bantahan disampaikan langsung Wali Kota Nazareth, Ali Salam, sebagai klarifikasi atas pernyataan dia sebelumnya. Dia merupakan pejabat Muslim di kota tersebut.

Pembatalan perayaan Natal di Nazareth awalnya dia sampaikan sendiri beberapa hari lalu sebagai bentuk protes terhadap AS. Namun, Ali Salam menegaskan bahwa perayaan hari raya umat Kristen tersebut tetap akan berjalan normal.

 

Wali Kota Ali Salam kepada Reuters pada hari Sabtu mengakui bahwa ada tiga penyanyi yang tidak akan muncul dalam perayaan hari lahir Yesus nanti.

Dia tidak memberikan alasan absennya para penyanyi tersebut, namun menegaskan bahwa perayaan akan berjalan seperti biasa.

”Saya tidak tahu mengapa orang berpikir bahwa akan ada pembatasan pada perayaan, semuanya—kecuali tiga penyanyi yang tidak akan datang—akan diadakan seperti biasa. Kami telah menyambut 60.000 orang ke kota hari ini,” kata Salam, yang dilansir Minggu (17/12/2017).

Nazareth adalah salah satu kota suci yang diyakini sebagai lokasi rumah masa kecil Yesus.

Kota yang dihuni 76.000 Muslim dan Kristen itu juga diyakini sebagai lokasi di mana Malaikat Jibril memberi tahu Perawan Maria bahwa dia akan mengandung dan melahirkan Yesus.