Kangen Orangtua, Kakak Beradik Nekat Menggantung di Bawah Bus

Tribunsumut.comJakarta Kisah kakak dan adik asal Tiongkok ini bikin pilu banyak orang. Keduanya menempuh hal berbahaya hanya untuk bertemu dengan orangtua mereka. Dengan bergantung di bawah mesin, mereka berharap dapat bersatu kembali dengan ayah dan ibu yang bekerja di luar kota.

Kejadian ini mereka lakukan pada Kamis lalu (23/11/2017). Keduanya membolos sekolah lalu pergi ke terminal bus setempat. Untuk mendapatkan satu tiket bus, mereka harus membayar 32 Yuan atau setara dengan 65 ribu.

Kangen Orangtua, Kakak Beradik Nekat Menggantung di Bawah Bus
                   Kangen Orangtua, Kakak Beradik Nekat Menggantung di Bawah Bus

Daripada harus membayar tiket, pasangan kakak adik itu melakukan perbuatan nekat dengan cara bersembunyi di bawah bus.  Mungkin karena rasa kangen mereka sudah memuncak kepada orangtua, maka keduanya memutuskan pilihan yang terbilang ekstrem.

Tindakan tersebut dianggap merupakan satu-satunya cara agar mereka bisa menyembunyikan diri. Sekaligus mendapat tumpangan gratis untuk pergi ke kota lain, di mana tempat orangtua mereka saat ini bekerja.

Aksi nekat yang mereka lakukan tentunya berbahaya untuk kakak adik itu. Mereka harus bergantung selama tiga jam dan menempuh perjalanan 90 kilometer, sebelum akhirnya aksi mereka terbongkar.

Ketika bus mengalami pemberhentian di salah satu terminal, petugas keamanan menyadari kehadiran ke dua penumpang gelap tersebut. Mereka berselimuti kotoran lumpur dan untungnya tidak mengalami terluka. Setelah itu, pihak sekolah dipanggil untuk menjemput keduanya agar mereka bisa pulang.

Pasangan kakak adik itu berusia sembilan dan delapan tahun. Keduanya dititipkan pada rumah keluarga di pedesaan barat Guangxi. Sedangkan orangtua mereka pergi ke kota di Provinsi Guangdong untuk bekerja.

Jika sekiranya mereka berhasil pergi ke daerah Guangdong, pasangan kakak adik itu masih harus menempuh perjalanan yang jauh. Mereka sendiri mengaku tidak mengetahui lokasi spesifik di mana orang tua mereka menetap di Guangdong.

Mereka pada saat itu berharap akan mengetahui lokasi kedua orangtuanya, ketika telah sampai di sana. Walaupun rasa rindu mereka besar kepada orangtua, sayangnya tindakan mereka bisa berujung serius dan membahayakan nyawa.