Kasus 3 Video Bugil Siswi SMA di Makassar

Tribunsumut.com-Masih ingat tiga video bugil salah seorang siswi SMA Makassar yang viral pada pertengahan Desember 2017 lalu? Saat ini, orangtua siswi yang berinisial RSZ itu telah melaporkan kejadian yang menimpa buah hatinya ke polisi.”Tadi siang saya sudah melapor ke Polda Sulsel,Rabu malam, 10 Januari 2018.

US menjelaskan penyebar video-video tersebut tak lain adalah, MA, mantan kekasih anaknya sendiri. Mantan kekasihnya itu saat ini masih terdaftar sebagai siswa di salah satu SMA Negeri unggulan di Kota Makassar.

“Mantan pacarnya anak saya yang saya laporkan. Dia lah penyebarnya, dia masih SMA juga kelas XII,” ucapnya.

Kasus 3 Video Bugil Siswi SMA di Makassar
Kasus 3 Video Bugil Siswi SMA di Makassar

Hal itu terungkap setelah US menanyai anaknya, RSZ, perihal tiga video tersebut. Dari pengakuan anaknya, siswi SMA itu mengaku sengaja membuat ketiga video bugil itu untuk dikirimkan kepada kekasihnya.

“Memang betul anak saya yang kirim video itu ke pacarnya, saya akui kekhilafan anak saya. Anak saya dipaksa dan diintimidasi,” ucap US.

Video-video itu kemudian dijadikan senjata oleh MA untuk memaksa RSZ berhubungan badan dengan dirinya. Namun, RSZ menolak hingga memutuskan hubungan asmaranya dengan MA.

“Dengan keteguhan hati, anak saya menolak permintaan itu meski diancam akan menyebarluaskan video itu,” jelasnya.

US menjelaskan bahwa viralnya video itu berlangsung dua kali, yang pertama terjadi pada Juni 2017 dan yang kedua terjadi pada Desember 2017.

“Awalnya tersebar di kalangan siswa di sekolah lamanya hingga dia dikeluarkan, dan awal Desember heboh lagi. Semuanya kelakuan mantan pacarnya itu,” ucapnya kesal.

US, ayah RSZ mengungkapkan kekecawaannya terhadap pihak sekolah lama anaknya. Menurut dia, sekolah, kala itu mengeluarkan anaknya secara sepihak dan tanpa pemberitahuan kepada keluarga.

“Padahal kan, sekolahnya itu salah satu sekolah terbaik di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Apalagi, sambungnya, lokasi perekaman video anaknya itu terjadi di dalam asrama sekolah tempat buah hatinya itu menuntut ilmu kala itu.

“Saya mempertanyakan bagaimana prosesnya, tanggung jawabnya, dan bentuk pembinaannya terkait kejadian yang terjadi di lingkungan sekolahnya itu,” ucapnya.

Menurut US, sekolah adalah tempat mendidik anak dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak baik menjadi baik. Yang terjadi, kata dia, sekolah justru menjadi tempat menghakimi dan menyalahkan lalu menghukum secara sepihak.

“Pada dasarnya pendidikan itu membangun karakter bukan membunuh karakter apalagi membunuh masa depan anak didiknya, dalam hal ini putri saya,” tuturnya.

Sebelumnya, humas sekolah tempat gadis itu pernah bersekolah, Khasan, membenarkan bahwa RSZ adalah siswi yang pernah terdaftar di sekolah itu. Namun, kata Khasan, pihaknya telah mengeluarkan RSZ sejak video itu tersebar luas.

“Memang benar pernah sekolah di sini, tapi sudah dikeluarkan,” kata Khasan, Jumat, 15 Desember 2017.

Keputusan mengeluarkan RSZ dari sekolah, terang Khasan, melalui proses yang cukup alot. “Ada proses panjang, kita sudah berusaha keras untuk membina. Yang pasti dalam keputusan ini orangtua siswi itu juga punya andil,” lanjutnya.

Khasan mengungkapkan bahwa sebenarnya video tersebut telah ada sejak bulan Juli lalu. Video beredar dari telepon genggam satu orang ke telepon genggam lainnya di kalangan siswa dan siswi sekolah itu.

“Sudah dari bulan tujuh (Juli, 2017) itu video tersebar. Saya pun sudah tidak tahu di mana sekarang anak itu,” dia memungkasi.