Kesaksian Tante Intan Olivia, Sebelum Terkena BOM

Kesaksian Tante Intan Olivia, Sebelum Terkena BOM

Tribunsumut.com – MEDAN – Suasana duka menyelimuti keluarga Intan Olivia Banjarnahon, korban bom gereja di Samarinda, Minggu (13/11/2016).

download
Agustini Banjarnahor (26), bou (bibi) Intan Olivia Banjarnahor, balita 2,5 tahun yang meninggal dunia akibat serangan bom di Gereja Oikumene, Samarinda, Minggu (13/11/2016) tak henti meneteskan air mata.
Perempuan berkulit putih ini, menceritakan terakhir bertemu Intan Olivia Banjarhanor dua pekan lalu. Kala itu, Intan dibawa orangtuanya melayat ke rumah bibinya, Dewi Sartika Boru Banjarnahor (34 tahun), korban begal di Ringroad.

“Ketika Intan datang kemarin kondisinya sehat, hanya badanya hangat karena kangen dengan tantenya (adek mamaknya). Begitu di sini, dia (Intan) melihat mediang kakak saya. Tapi dia takut, enggak berani. Namun, saat mau dikubur Intan merengrek pengin liat bounya. Ketika jenazah mau dibawa ke dalam mobil, Intan bilang “Dada Bou” tenang di surga,” ujarnya kepada Tribun Medan-www.tribun-medan,com, di Jalan Ringroad, Senin (14/11/2016) siang.

intan-olivia-banjarnahor-korban-ledakan-bom-molotov-di-samarinda1_20161114_204840
Setelah menghadiri pemakaman Dewi Sartika Boru Banjarnahor (34), di Simalingkar, lanjutnya, Intan bersama keluarga besar ke Aek Kanopan, Labuhan Batu Utara (Labura). Mereka melayat ke rumah opung Intan.
Ia menjelaskan, setiba di Samarinda, Kalimantan Timur, Intan sekeluarga beribadah di Gereja Oikumene, sekaligus Gereja HKBP Samarinda, Kelurahan Sengkotek, Samarinda Seberang. Namun, bom yang meledak langsung membuatnya cemas.

“Saya pernah tinggal di Samarinda, sehingga paham betul, gerejanya gabung, kalau pagi yang beribadah untuk jemaat Oikumene dan siangnya jemaat HKBP. Jadi siang itu, saya masih kerja, saya baca berita online ada bom meledak di gereja itu. Saya telepon Abang saya (ayah Intan) tidak merespon, kemudian saya sms (kirim pesan singkat via ponsel) juga tak dibalas,” ujarnya.

Ia menuturkan, pascaoperasi, Intan kembali menelepon keluarga, untuk mengetahui kondisi kesehatan keponakannya tersebut. Tapi, keluarga bilang Intan masih kuat, operasinya lancar.
“Mendapatkan penjelasan operasi Intan berjalan lancar, saya senang sekali. Apalagi penjelasan dokter kepada keluarga bilang Intan enggak apa-apa karena jantungnya normal dan stabil. Jadi masih ada harapan sembuh. Tapi, jam 03.30 WIB pagi tadi, saya ditelepon Abang jelaskan kalau Intan sudah pergi,” ungkapnya (tio/Tribunsumut.com)