Kisah Mengerikan Dokter yang Meniduri Jasad ‘Gundik’ yang Cantik

Kisah Mengerikan Dokter yang Meniduri Jasad ‘Gundik’ yang Cantik

Tribunsumut.com – Florida – Carl Tanzler von Cosel adalah seorang ahli mikrobiologi dan bakteriologi di Rumah Sakit Marinir Amerika Serikat di Key West, Florida. Pada tahun 1931, ia merawat dengan kasih seorang pasien TBC – gadis Kuba-Amerika Elena “Helen” Milagro de Hoyos dan merasa terobsesi padanya.

download-2

Dia melakukan segala sesuatu yang dia bisa untuk menyelamatkan hidupnya, tapi Helen meninggal meskipun ia telah berusaha sekuat mungkin. Namun, cinta dan obsesi Tanzler tetap.
Tanzler lahir pada tahun 1877, di Dresden, Jerman. Ada laporan tentang dia tinggal di Australia di tahun 1910-an di mana ia pergi untuk mempelajari pola cuaca. Sebaliknya, ia mulai tertarik di bidang teknik dan listrik sehingga ia membeli sebuah properti dan tinggal di sana sampai pecahnya Perang Dunia I.

Ketika perang dimulai dia ditempatkan di kamp konsentrasi dengan banyak perwira yang bertugas di India dan China pada saat itu. Itu adalah perintah dari penguasa militer Inggris yang membuat mereka sebagai tawanan perang atau, seperti yang dinyatakan kemudian, untuk menjaga agar suasana aman.

Setelah perang, ia kembali ke Jerman di mana ia tinggal dengan ibunya selama tiga tahun. Dia menikah sekitar tahun 1920 dan memiliki dua anak perempuan. Yang lebih muda meninggal karena difteri pada usia sepuluh tahun. Setelah itu, Tanzler berlayar ke Havana, Kuba dari mana ia bisa masuk ke Amerika. Demikian seperti dikutip dari Vintage News, Minggu (20/11/2016).

Kemudian, Tanzler menetap di Flordia mana adiknya tinggal dan kemudian keluarganya bergabung dengannya. Pada tahun berikutnya, ia meninggalkan keluarganya di Zephyrhills dan menerima pekerjaan sebagai radiolog di Rumah Sakit Marinir di Key West, Florida.

Sementara bekerja di sana, pada tahun 1930 ia bertemu dengan Maria Elena “Helen” Milagro de Hoyos yang masih berusia 22 tahun.

Helen adalah keindahan Kuba-Amerika dan Tanzler jatuh cinta padanya. Dia mengaku bahwa selama masa kecilnya ia memiliki visi Countess Anna Constantia von Cosel – seorang wanita berambut gelap eksotis, cinta sejatinya. Helen adalah kemiripan realistis.

Helen secara hukum menikah tetapi suaminya meninggalkannya setelah keguguran. Wanita cantik itu didiagnosis dengan TB – penyakit yang merenggut nyawa keluarganya. Selain dijadikan pasien, Helen ia jadikan seorang gundik.

Pada saat itu, tidak ada obat untuk itu TBC, tapi Tanzler mencoba untuk menyelamatkannya dengan berbagai obat-obatan.

Tak peduli usaha Tanzler menyelamatkan Helen, wanita muda itu pun meninggal. Dengan izin keluarganya, Tanzler membayar pemakaman dan membangun makam di Pemakaman Key West.

Mulai tidak waras

Tanzler mengunjungi makam itu tiap malam, dan pada tahun 1933 ia memindahkan jasadnya ke rumahnya.

Ia mengklaim, ada visi bahwa Helen memintanya keluar dari kuburan. Jasad Helen yang berdirikan dengan kawat.

Kulit Helen yang telah membusuk itu digantikan oleh kain sutra yang direndam dengan wax. Kulit kepala dan rambut yang hancur digantikan oleh wig.

Tanzler mengisi isi perut dan dada dengan kain bekas sehingga tubuh Helen tak berubah. Lalu memakaikan baju dan sarung tangan.

Tak lupa dengan perhiasan serta menyimpannya di kasur.

Tanzler menggunakan berliter-liter parfum, disinfektan dan pengawet untuk menyamarkan bau busuk.

Pada tahun 1940 rumor beredar Tanzler tidur dengan jasad itu, sehingga saudara perempuan Helen datang ke rumah Tanzler dan menemukan mayat di kamar tidur.

Tanzer ditahan. Pemeriksaan mentalnya dianggap bermasalah.

Ketika jasad itu diperiksa, ditemukan selang karton di vagina mayat Helen. Diduga, Tanzer berhubungan badan dengan jenazah itu.

Tanzler menghabiskan sisa hidupnya sendirian bersama foto-foto Helen. Ia meninggal tahun 1952 dan jasadnya beru ditemukan 3 minggu kemudian.(Tribunsumut.com)