Lumba-Lumba Langka Ditemukan di Papua Nugini

Tribunsumut.com-Peneliti dari James Cook University dan Universitas Papua Nugini menemukan lumba-lumba snubfin dan lumba-lumba punggung bungkuk (humpback) asal Australia yang hidup di Delta Kikori, di Provinsi Gulf, sebelah barat ibu kota Port Moresby.

Peneliti senior James Cook University, Isabel Beasley, mengatakan bahwa ini adalah satu-satunya penemuan di luar Australia di mana lumba-lumba snubfin langka terlihat. Demikian seperti dikutip dari Australia Plus, Jumat (8/12/2017).

“Sepertinya Delta Kikori merupakan satu-satunya tempat dari seluruh wilayah Papua Nugini dan Kepulauan Pasifik, di mana lumba-lumba snubfin ditemukan,” ucap Beasley.

Lumba-Lumba Langka Ditemukan di Papua Nugini
                                           Lumba-Lumba Langka Ditemukan di Papua Nugini

Para peneliti akan menyelidiki apakah penemuan ini menunjukkan mamalia laut mengikuti pola yang sama dengan hewan daratan Australasia dan Asia, yang terpisah oleh Garis Wallace yang terbentang di antara Lombok dan Bali.

“Secara umum, mereka tampaknya bergerak mengikuti Garis Wallace. Selanjutnya akan dilihat pergerakan kelompok hewan tersebut di Kepulauan Indonesia dan Papua, di mana mereka akan melewati batas dan apa motifnya.

Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) mengakui pentingnya penemuan ini, dengan menunjuk aliran sungai itu sebagai Kawasan Penting bagi Mamalia Laut (IMMA).

Kawasan itu juga mencakup bagian Bismark, daerah yang sekarang menjadi bagian dari IMMA untuk target penambangan dasar laut eksperimental.

Beasley mengatakan bahwa aliran Sungai Kikori saat ini membutuhkan perlindungan dan konservasi dari pihak lokal.

“Ini adalah sebuah penemuan besar. Saat ini, sangat penting untuk bekerja sama dengan pemerintah, NGO, dan masyarakat setempat, untuk memastikan bahwa kita dapat melestarikan populasi mamalia laut yang sangat kecil dan terbatas di Delta Kikori,” ujarnya.

Penelitian ini didanai oleh Exxon-Mobil, yang mengoperasikan proyek Gas Alam Papua Nugini dan sebagian berada di Propinsi Gulf.

Tim peneliti juga bekerja sama dengan Badan Konservasi dan Perlindungan Lingkungan dan Museum Nasional dan Galeri Seni Papua Nugini.

Tim dari James Cook University mengatakan, pihaknya akan melanjutkan penelitian di Delta Kikori dan memperluas studinya ke daerah Laut Bismark bersama mitra mereka di Papua Nugini.