Pembunuhan Ulama Muslim Picu Kerusuhan di Kota Mombasa Kenya

Tribunsumut.com-Orang-orang bersenjata yang diduga aparat keamanan Kenya pada Kamis malam membunuh seorang ulama Muslim terkenal, Syaikh Ibrahim Omar, yang biasa mengisi ceramah disebuah masjid di masa lalu yang dikaitkan dengan pejuang Islam Somalia, sehingga memicu kerusuhan di kota pelabuhan Mombasa yang menewaskan sedikitnya empat orang.

Pembunuhan Syaikh Ibrahim Omar, yang meninggal bersama dengan tiga pria lain di mobil yang sama, memicu ketegangan agama di pusat perdagangan dan pariwisata tersebut, dua pekan setelah baku tembak antara pejuang Islam Al-Shabaab dan pasukan keamanan Kenya di pusat perbelanjaan di ibukota Nairobi yang menewaskan sedikitnya 67 orang, Reuters melaporkan.

Para pemuda Muslim yang marah atas pembunuhan tersebut pada hari Jum’at (4/10/2013) kemudian membakar sebuah gereja, membakar ban dan bentrok dengan polisianti huru hara yang menembakkan gas air mata dan tembakan ke udara.

Bentrokan terburuk dari pertempuran berjalan antara polisi dan pengunjuk rasa terjadi di kawasan kumuh Saba Saba Mombasa, di mana para pedagang toko ditutup dan penduduk melarikan diri untuk keselamatan.

Palang Merah Kenya mengatakan empat orang telah meninggal, semua dengan luka tembak.

Rekan Omar dan beberapa orang yang menghadiri masjid mengatakan ulama itu adalah korban terbaru dalam serangkaian pembunuhan ekstra -yudisial terhadap Muslim oleh pasukan keamanan Kenya.

“Ini tidak diragukan lagi merupakan eksekusi polisi mengingat apa yang telah terjadi di Nairobi,” kata Abdul Hassan Omar,37 tahun, di distrik Majengo Mombasa, di mana Omar dan Rogo biasa berkhutbah. ” Saya akan terkejut jika umat Islam tidak memprotes hal ini.