Prostitusi Online, Mahasiswa Pasang tarif 4juta

TribunSumut.com,JAKARTA – Polres Pelabuhan Tanjung Priok kembali membongkar kasus prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Kalai ini seorang perempuan berinisial EGR (18) dicokok polisi setelah ketahuan mencari mucikari prostitusi online.

Perempuan yang masih ABG itu nekat menjadi mucikari dengan menjajakan perempuan lain yang lebih muda darinya kepada pria hidung belang.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Reynold Elisa Hutagalung, mengatakan, EGR diciduk polisi dari sebuah hotel di Jalan Sunter Permai, Jakarta Utara. Adapun perempuan yang hendak ‘dijual’ dalam prostitusi online ini adalah gadis belia berinisial TW (17).

 

“Pelaku (EGR) masih mahasiswi,” ujar Reynold saat dikonfirmasi wartawan, Senin (11/3/2019).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Faruk Rozi, menyebutkan, pelaku biasa beraksi lewat media sosial Facebook. Di situ pelaku menawarkan prostitusi online.

 

Di akun tersebut pelaku menawarkan perempuan muda dengan tarif Rp4 juta sekali kencan. Dari harga itu pelaku mendapat bagian Rp500 ribu dari setiap perempuan yang melayani nafsu bejat lelaki hidung belang.

Kini pelaku tak lagi bisa mendapatkan uang dari hasil jadi muncikari online lantaran harus mendekam dibalik jeruji besi. Dia dikenakan Pasal 2 UU Nomor 21/2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, subsider Pasal 45 jo Pasal 27 Ayat 1 UU Nomor 11/2008 tentang ITE.

Sebelumnya, Polres Pelabuhan Tanjung Priok pernah membongkar prostitusi anak yang dilakukan melalui media sosial. Dalam setiap transaksinya, korban yang seorang pelajar SMA dipasang tarif Rp600 ribu untuk short time dan Rp900 ribu untuk long time.