Rampok Pengendara Sepedamotor 2 Pelajar SMA Diamuk Massa di Medan

tribunsumut.com-Dua dari 6 tersangka  berinisial JAL (17) warga Kelurahan Helvetia, Medan Helvetia dan SA (16) warga Jalan Budi Pembangunan Kelurahan P Brayan  Medan Barat, diamuk massa di Jalan Suluh Medan Tembung Minggu (14/8).

Informasi yang dihimpun SIB,  Minggu sekira pukul 02.00 WIB, korban Gaisal Avis (17) yang sebelumnya berkunjung ke rumah temannya berniat pulang ke rumahnya mengendarai sepedamotor Yamaha Vega warna merah milik korban. Ketika melintas di Jalan Suluh, tiba-tiba 6 remaja mengendarai 3 sepedamotor langsung memepet korban.

Para pelaku meminta korban  menghentikan laju sepedamornya sembari mengancam akan ditendang. Gaisal tak menghiraukan ancaman itu dan ia tetap melajukan sepedamotornya. Tiba-tiba seorang tersangka menendang sepedamotor korban hingga oleng, namun tak terjatuh. Korban kemudian tancap gas, namun para tersangka tetap melakukan pengejaran.


Korban mengecoh para tersangka dengan cara berputar-putar di seputaran Jalan Suluh. Korban melihat ada kerumunan warga dan menghampirinya lalu memberitahukan jika ia dikejar-kejar oleh begal. Tak lama para begal itu melintas di lokasi. Warga melakukan pengejaran, sehingga para begal itu berupaya kabur.
Warga kemudian memungut besi dan langsung memukul dada tersangka JAL SA yang saat itu mengendarai sepedamotor Honda CB 150 R warna putih hingga keduanya tersungkur ke jalan. Sedangkan tersangka begal yang lain berhasil lolos. Kedua begal itu langsung dihakimi massa.

Tak lama petugas Polsek Percut Sei Tuan yang tiba di lokasi mendapati kedua tersangka terkapar di jalan. Ketika hendak diboyong ke Mako, massa tak mengizinkannya dan tetap menghakimi kedua begal itu. Petugas akhirnya  memboyong kedua begal itu ke Mako.

Seorang personil Reskrim ketika ditanyai mengaku terkejut, sebab kedua begal itu tak mengalami luka sama sekali. Yang ada hanya lebam-lebam kecil saja.
“Kedua begal itu dipukuli dengan menggunakan besi, kayu broti dan batu. Alat-alat yang digunakan massa itu rata-rata patah. Namun massa dan saya sendiri saja kebingungan, sebab tak ada luka sama sekali di tubuh tersangka, dan mereka berdiri seperti biasanya. Yang ada hanya lebam-lebam kecil di rubuh tersangka.
Tadi sejumlah warga di TKP mengatakan jika kedua begal yang berstatus pelajar SMA di satu sekolah swasta di  Medan itu diduga memiliki ilmu kebal,” ungkap petugas yang tak ingin namanya dikorankan itu.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Lesman Z ketika dikonfirmasi mengatakan  pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut.

“Anggota kita saat ini masih mengejar rekan-rekan para tersangka yang berhasil kabur saat kejadian,” ujarnya.