Ratusan Warga Negara Cina Di Pulangkan (Jalan – Jalan Tanpa Paspor ke Malang)

Berita Terbaru Tribunsumut.com – * Terpaksa ratusan warga negara cina ini di pulangkan gara – gara , Jalan – jalan tanpa paspor ke malang .Ratusan WNA asal Cina terpaksa dipulangkan ke negaranya. Mereka ditemukan berada di Kota Malang tanpa memegang paspor.

Kepala Kantor Imigrasi Malang Novianto Sulastono mengatakan, ada sekitar 143 WNA asal Cina saat itu yang diketahui tengah menginap di salah satu hotel di Jalan Kahuripan, Kota Malang.

“Kami dapat informasi, kemudian mengecek kelengkapan dokumen, ternyata mereka tidak membawa paspor.

Diungkapkan Novianto, ratusan WNA asal Cina itu mengaku berada dan menginap di Kota Malang untuk liburan sambil menunggu pengurusan surat izin kerja. Keberadaan mereka diketahui oleh anggota TNI yang kebetulan lokasi hotel juga berdekatan dengan Kantor Kodim 0833 Kota Malang.

“Mereka tengah menunggu proses izin kerja. Karena itulah berada di Malang untuk liburan,” ungkap Novianto” Kepada Sejumlah Tim Tribunsumut.com.

Ratusan Warga Negara Cina Di Pulangkan
Ratusan Warga Negara Cina Di Pulangkan

Menurut Novianto, sebenarnya tidak ada masalah soal ratusan WNA asal Cina itu di Kota Malang, hanya saja mereka saat dikroscek ke lokasi hotel tidak membawa paspor. “Hanya tidak bawa paspor, terus kita kembalikan ke Surabaya,” tuturnya.

Novianto tidak mengetahui jelas, tempat atau lokasi bekerja ratusan WNA yang surat ijinnya tengah dalam proses tersebut. “Informasinya di Gresik, sambil menunggu proses izin selesai mereka jalan-jalan ke Malang. Kalau menurut pihak hotel sampai 21 Desember mereka akan menginap,” beber Novianto.

Dari 143 WNA yang diketahui menginap di hotel, 139 adalah pria dan empat orang wanita yang kesemuanya tidak membawa paspor.

Mengutip dari informasi Kantor Imigrasi Tanjung Perak, Kota Surabaya, kata Novianto, bahwa ratusan WNA asal Cina tersebut, memiliki paspor dan mengantongi visa kunjungan. “Melihat situasi sekarang, kami kemudian membawa mereka ke Imigrasi Tanjung Perak. Meskipun mereka memiliki paspor atau menunggu proses izin kerja selesai. Kami tidak ingin ada masalah,” tegasnya.