70 Persen Suara Target Kemenangan Bagi Ma’ruf Amin Di Jabar

70 Persen Suara Target Kemenangan Bagi Ma’ruf Amin Di Jabar

TribunSumut.com-Calon wakil presiden Ma’ruf Amin menargetkan perolehan suara di wilayah Jawa Barat sampai 70 persen.

Jawa Barat merupakan salah satu daerah di mana pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, kalah dari pesaingnya Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Jokowi hanya mengantongi suara 40,22 persen. Sementara Prabowo unggul dengan perolehan 59,78 persen.

Ma’ruf Amin, cawapres yang mendampingi Jokowi di 2019, mengharapkan Jawa Barat milik mereka di Pilpres 2019.

“Targetnya besar sih inginnya sih, minimal 70 persen,” kata Ma’ruf di Pesantren Al-Muhajirin, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (3/10/2018).

Pada kunjungan ini, 1.500 kiai kampung di Jabar mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Para kiai itu dianggap mampu meraup suara lantaran memiliki pengaruh sosio-kultural yang kuat di masyarakat.

Cawapres nomor urut 01 ini, mengakui bertemu para ulama dari Majelis Dzikir Hubbul Wathon sebagai bagian dari silahturahmi. Melalui majelis ini akan menyiarkan keutuhan bangsa dan menghilangkan gerakan yang mengancam keutuhan itu.

Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf Amin juga menceritakan bagaimana Presiden Jokowi merupakan sosok yang cinta ulama. Dia menyebut ada dua hal, yaitu dengan penetapan 22 Oktober sebagai hari santri nasional dan masuknya zikir ke Istana Negara.

Selama 73 tahun Indonesia berdiri, kata Ma’ruf, Presiden Jokowi yang membawa masuk dzikir ke Istana Negara. Acara dzikir itu pertama kali diadakan pada 2015.

“Beliau mengatakan ini akan jadi tradisi tiap 1 Agustus akan diadakan dzikir di Istana,” kata Ma’ruf.

Ma’ruf menambahkan, penetapan hari santri nasional juga dilakukan pertama kali oleh Jokowi. Kisah perjuangan santri itu, baru diingat saat Jokowi memimpin.

Dia menjelaskan betapa pentingnya 22 Oktober diperingati sebagai hari santri. Pada 1945, keluarnya fatwa resolusi jihad menginspirasi terjadinya peristiwa 10 November di Surabaya.

“Resolusi jihad lahir karena Hasyim Asy’ari membuat fatwa jihad. Kenapa? bahwa melawan penjajah hukumnya fardu ain,” kata Ma’ruf.

Saat itu pasukan tentara belum terkoordinir, masyarakat sipil yang bertarung melawan pasukan sekutu.