Ahok Kapok dihantam isu penghinaan Alquran umat islam

Pilgub DKI 2017 diterpa isu SARA. Bakal petahana Basuki T Purnama (Ahok) dikecam habis-habisan karena membawa-bawa surat Al Maidah di Alquran.

Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan Ahok meminta agar jangan mau dibodohi untuk tak pilih calon di Pilgub DKI dengan menggunakan surat Al Maidah ayat 51.

“Saya ingin cerita ini supaya bapak ibu semangat. Jadi nggak usah pikiran, ‘ah, nanti kalau nggak kepilih pasti Ahok programnya bubar’. Enggak, saya sampai Oktober 2017. Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai Surat Al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih, ‘karena saya takut masuk neraka’, dibodohin gitu ya. Nggak apa-apa, karena ini panggilan pribadi bapak ibu. Program ini jalan saja,” kata Ahok dalam video itu.

Kalimat ini yang membuat Ahok dihantam kanan kiri. Ahok bahkan dilaporkan ke polisi karena ucapannya yang dinilai menistakan agama.

Berikut kecaman-kecaman pada Ahok karena membawa surat Al Maidah dalam Pilgub DKI 2017, dihimpun merdeka.com, Sabtu (8/10).

1. Ahok diam kalau tak paham
Senator Jakarta, Fahira Idris mendukung langkah pelbagai organisasi kemasyarakatan yang melaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terkait pernyataannya mengenai surat Al Maidah ayat 51 dalam pidato di Kepulauan Seribu, yang diduga menistakan Islam. Menurut dia, langkah hukum merupakan koridor yang tepat untuk menentukan seseorang bersalah atau tidak.
“Bukti video sudah ada. Nanti di pengadilan akan diuji. Pakar atau ahli multimedia, bahasa, agama dan bidang keilmuan lainnya akan lebih fair melihat apakah pernyataan Ahok menista agama atau tidak seperti yang dia katakan. Tapi satu yang pasti, dia (Ahok) tidak punya kompetensi menilai, menafsir, apalagi mengambil kesimpulan ayat dalam Alquran. Dia lebih baik diam, kalau tidak memahami apa yang dia katakan,” kata Fahira Idris dalam keterangan tertulis kepada merdeka.com, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (7/10).
Ahok diam kalau tak paham
                                                                       Ahok diam kalau tak paham

Namun Fahira meminta para ormas tetap menggunakan kepala dingin terkait pernyataan Ahok tersebut. Dia mengatakan, karena sudah menjadi ranah hukum, biarlah pengadilan yang memutuskan apakah yang dikatakan Ahok soal surat Al Maidah ayat 51, penistaan agama atau tidak.

“Bukan hak dia (Ahok) yang menentukan bahwa dia tidak menistakan agama, tetapi pengadilan. Saya memahami reaksi umat Islam terhadap persoalan ini. Tapi saya berpesan, apapun reaksi kita, harus dilakukan secara damai dan konstitusional. Marah wajar, tapi mudah-mudahan hati kita tetap dingin. Kita tunjukkan kualitas kita sebagai umat Islam,” kata Wakil Ketua Komite III DPD ini.

Dengan terus mengalirnya pelaporan terhadap dugaan penistaan agama ini, Fahira berharap pihak kepolisian bertindak cepat mengusut kasus ini agar kemarahan publik tidak berkembang menjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saya yakin polisi profesional. Karena kasus ini berdampak besar jika tidak segera diproses dan diusut tuntas,” pungkas Fahira.

2. Ahok harus minta maaf pada umat Islam
Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mengutuk keras dugaan penistaan ayat suci Alquran yang dilakukan oleh gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Dalam tayangan video yang sudah beredar luas di media sosial, Ahok menyampaikan pernyataan yang tidak layak terhadap ayat suci Alquran demi kepentingan pencalonannya dalam pilkada DKI.

“Pernyataan Ahok itu telah melukai dan mencederai perasaan umat Islam. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Ahok telah meremehkan dan melecehkan isi Alquran yang merupakan kitab suci bagi umat muslim sedunia,” kata Wakil Ketua Umum PP KAMMI Arif Susanto dalam rilisnya kepada merdeka.com, Jumat (7/10).

Sementara itu, lanjut Arif, klarifikasi Ahok melalui akun media sosialnya tanpa menunjukkan rasa bersalah, membuktikan bahwa Ahok menganggap gaya bercandanya tersebut bukanlah suatu masalah.

“Maka dari itu, kami mengecam keras pernyataan yang disampaikan oleh Ahok. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa sebagai pemimpin, Ahok telah menyulut isu SARA, provokatif dan tidak memiliki rasa peka. Dengan demikian KAMMI menuntut Ahok meminta maaf kepada umat Islam,” tegasnya.

Ahok harus minta maaf pada umat Islam
                                                            Ahok harus minta maaf pada umat Islam

Arif mendesak, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menjatuhkan sanksi kepada Ahok karena melanggar kode etik sebagai pejabat publik. Arif menegaskan, Ahok dengan posisinya sebagai Gubernur harus menjadi teladan yang baik bagi masyarakat, terlebih masyarakat Jakarta yang mayoritas adalah muslim.

Senada dengan Arif, Ahmad Walid selaku Ketua Departemen Dakwah PP KAMMI mengaku sangat kecewa dengan pernyataan Ahok.

“Ketika tim sukses Ahok berteriak kencang agar tidak ada isu SARA dalam Pilkada DKI, di saat yang sama calon yang mereka dukung justru membawa isu SARA yang sangat menyinggung umat Islam. Pernyataan Ahok ini jika tidak segera diikuti dengan permintaan maaf secara tertulis dan terbuka dalam waktu 3 hari, maka KAMMI akan serius mengawal proses hukum atas dasar perbuatan pidana Pasal 156a KUHP dan Pasal 4 UU No. 1/PNPS Tahun 1965,” tutup Walid.

Walid juga menambahkan, bahwa sikap dan pernyataan Ahok ini bisa menimbulkan potensi konflik yang lebih luas dan membahayakan kerukunan antar umat beragama apabila Ahok sebagai gubernur tidak segera melakukan permintaan maaf kepada umat Islam.

3. Ahok kelewat batas
Ulama kondang asal Bandung, KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym ikut mengomentari polemik Ahok yang mengutip Alquran. Menurut Aa Gym, orang Islam tak perlu mempermasalahkan soal etnis dan agama Ahok. Tapi saat Ahok mengutip Alquran, ini yang menjadi masalah.
“Statmen terhadap Alquran dengan perkataan yang tidak pada tempatnya, dengan cara yang tidak pada tempatnya ini perbuatan melampaui batas. Ini perbuatan tercela,” kata Aa Gym lewat video di akun Facebooknya, Jumat (7/10).
Ahok kelewat batas
                                                                                 Ahok kelewat batas

Menurut Aa Gym, orang Islam harus menyikapi perbuatan Ahok dengan cara yang diajarkan Rasulullah SAW.

“Menyikapi orang melampaui batas kita sikapi dengan perbuatan koridor akhlak. Kita sikapi dengan sikap yang tidak melampaui batas. Bagaimana Islam menyikapi dengan sikap terhormat,” kata Aa Gym.

“Kita ingatkan saudara Ahok, ini perbuatan salah. Dianjurkan meminta maaf dan tidak boleh mengulangi lagi. Jika merasa tidak bersalah dan tetap melakukan hal seperti ini, mari kita selesaikan lewat koridor hukum. Diharapkan bisa menuntaskan dengan adil,” lanjutnya.

4. Klarifikasi Ahok
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh sekumpulan orang yang tergabung dalam Advokat Cinta Tanah Air (ACTA). Ahok, sapaan Basuki, dilaporkan karena diduga melakukan penistaan agama saat mengutip surat Al Maidah ayat 51 saat bicara di tengah blusukannya di Kepulauan Seribu.
Terkait laporan itu, Ahok mengaku tak merasa menghina Alquran. “Saya tidak mengatakan menghina Alquran. Saya tidak mengatakan Alquran bodoh,” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (7/10).

Ahok menjelaskan, konteks perkataannya di depan warga Kepulauan Seribu saat itu agar warga tidak termakan bujuk rayu orang-orang yang berseberangan dengan dirinya.

 

Klarifikasi Ahok
                                                                                 Klarifikasi Ahok
“Saya katakan kepada masyarakat di Pulau Seribu, kalau kalian dibodohi oleh orang-orang rasis, pengecut, menggunakan ayat suci itu untuk tidak milih saya ya silakan enggak usah milih,” tutur Ahok.

Ahok mengaku sejak awal karier politiknya pada tahun 2003, dirinya sudah sering diserang para lawannya menggunakan SARA.

“Jadi ayat Alquran ada yang salah enggak? Enggak salah. Konteksnya bukan itu. Konteksnya jangan pilih Nasrani Yahudi jadi temenmu, sahabatmu sebenernya terjemahan asli. Entar bilang saya campurin urusan agama. Saya sekolah Islam. SD-SMP 9 tahun,” ungkap Ahok.