Belum Mau Teken Kontrak Politik, Agus Yudhoyono: Saya Tak Mau Obral Janji

Jakarta – Berbeda dengan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, pasangan bakal Cagub-Cawagub DKI Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni belum mau menandatangani kontrak politik. Agus mengaku tak ingin obral janji.

“Saya hati-hati dengan kata-kata kontrak politik. Kontrak politik itu terjadi ketika dia disumpah menjadi pejabat. Kontrak politik pada seluruh lapisan masyarakat. Tidak kotak per kotak, tidak sekat per sekat,” ungkap Agus.

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri silatuhrami dengan para ulama di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (9/10/2016) malam. Agus pun menyatakan saat ini lebih memilih untuk memanfaatkan waktu dengan berbagai kegiatan sosialisasi dibanding mengumbar janji-janji.

“Karena nanti akan habis hanya untuk melakukan kontrak politik, padahal sebetulnya bukan janjinya yang dibesarkan. Tapi pembuktiannya. Jadi lebih penting program yang ditawarkan. Jika itu dianggap baik tentu itu akan mendapat perhatian dari publik,” tuturnya.

Kontrak politik menurut Agus seharusnya dilakukan ketika sudah menjadi gubernur terpilih. Itu pun berlaku untuk semua warga Jakarta, tidak secara khusus bagi satu atau sejumlah kalangan tertentu saja.

“Saya tidak mau obral janji, bagi saya kontrak politik yang sah ketika seorang dilantik menjadi pejabat publik dalam hal ini gubernur Jakarta, itu kontrak politik bagi warga Jakarta,” kata Agus.

“Tentu saya hindari berpikir terkotak-kotak, menghabiskan energi untuk melakukan kotrak politik dengan (salah satu) segmen masyarakat sedangkan segmen lain butuh perhatian,” imbuh mantan Danyon 203/Arya Kemuning itu.

Agus pun memilih untuk melihat segala hal secara utuh dan komprehensif. Yakni dengan melibatkan semua pihak dan bukan satu golongan semata.

“Ada kerawanan kalau kita lihatnya separuh-separuh, maka tidak menghadirkan policy yang komprehensif. Karena itu saya pilih kontrak politik ketika dilantik,” ujar Agus.

Seperti diketahui pasangan Anies-Sandiaga sudah beberapa kali meneken kontrak politik. Selain dengan warga, Anies-Sandiaga juga menandatangani kontrak politik dengan partai pengusungnya yakni Gerindra dan PKS. Salah satu isinya adalah berjanji untuk menuntaskan masa jabatan jika terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI.
(elz/dha)