Cabuli Bocah, Suyetno Dituntut 10 Tahun

Cabuli Bocah, Suyetno Dituntut 10 Tahun

Tribunsumut.com  – PEMATANGSIANTAR – Suyetno alias Sisu (36) Jalan Viyata Yudha BTN, Kelurahan Bahkapul, Kecamatan Siantar Sitalasari dituntut sepuluh tahun penjara dalam sidang tertutup yang berlangsung di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Rabu (5/10/2016)
Pria ini dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU), Flora Rajagukguk karena mencabuli seorang bocah berusia 10 tahun yang tidak lain adalah tetangganya sendiri.
“Sebelum membacakan tuntutan, perkenankan kami menjelaskan hal yang menjadi pertimbangan. Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan menyebabkan korban kehilangan kesuciannya,” kata Flora.

images-3
Sedangkan hal meringankan, terdakwa bersikap sopan dan mengakui perbuatannya serta belum pernah dihukum. Perbuatan terdakwa melanggar pasal 81 ayat (1) UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 10 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan denda Rp 1 Milyar subsidair 6 bulan kurungan penjara,” baca Jaksa Flora.
Setelah mendengarkan tuntutan jaksa, majelis hakim yang dipimpin Fitra Dewi Nasution menutup persidangan untuk menunda hingga minggu depan dengan agenda pembacaan nota pembelaan (pledoi) terdakwa, Reinhard Sinaga.Diketahui, bahwa perbuatan keji terdakwa ini dilakukannya di kediamannya pada Rabu (11/05/2016) sekitar pukul 21.30 WIB saat korban berinisial SEM (10) tidur di rumah terdakwa setelah ibu korban pergi keluar kota bersama istri terdakwa.
Dalam satu malam itu, terdakwa melakukan perbuatan cabul tersebut hingga dua kali saat korban sedang terlelap tidur. Setelah melakukan perbuatannya terdakwa mengancam akan membunuh korban apabila ia menceritakan perbuatan keji itu.
Perbuatan keji tersebut akhirnya diketahui setelah SEM buang air kecil di kamar mandi. Orang tua bocah tersebut mendapati kemaluan korban mengeluarkan nanah hingga kemudian korban berjalan selalu kesakitan. Kemudian deman dan korban pun mengaku bahwa ia telah disetubuhi oleh terdakwa.
Mengetahui hal tersebut, ibu korban melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian Pematangsiantar hingga terdakwa kemudian berhasil diringkus dan sekarang dituntut 10 tahun penjara.