Kelompok Bersenjata Ini Mengklaim Tembaki Brimob di Tembagapura Papua

TribunSumut.com– Kelompok kriminal bersenjata pimpinan Sabius Waker diduga melakukan serangkaian penembakan di PT Freeport Indonesia. Dalam video amatir yang diupload oleh salah satu aktivis kemerdekaan Papua Barat Victor Yeimo pada Senin sore (23/10/2017) menyebutkan bahwa kontak senjata di Tembagapura Mimika diduga dilakukan oleh TPN-OPM dari Kodap 3 dibawah pimpinan Sabius Waker atas perintah operasi Jack Millian Kemong.

 

Dalam video berdurasi limabelas menit lebih yang diterima MNC Media tersebut tampak sekitar 14 orang pria asli Papua dengan menenteng senjata mesin laras panjang dan pistol menggelar pernyataan sikap di hutan pedalaman Papua.

Dalam pernyataan sikap yang diduga dibacakan oleh pimpinan kelompok ini menyampaikan beberapa sikap keras terhadap Pemerintah Indonesia.

Salah satunya mengakui telah melakukan penyerangan di arena Freeport Mc Moran atas perintah operasi dari Mabes Jack Millian Kemong. Penyerangan yang dilakukan digunakan untuk menunjukkan kepada Indonesia, Amerika, Belanda dan 24 negara lain bahwa diminta untuk mengakui kemerdekaan Papua Barat.

Dimana diduga akibat serangan dari kelompok Sabius Waker tersebut menyebabkan seorang anggota Brimob tewas dan empat lainnya terluka. Dari penyerangan pertama pada Minggu 22 Oktober 2017 mengakibatkan, Briptu Berry Permana Putra, meninggal dunia dalam kontak senjata.

Selanjutnya pada Senin pagi (23/10/2017) saat tim Brimob akan melakukan evakuasi terhadap jenazah Briptu Berry Permana Putra, ditembaki oleh kelompok bersenjata sehingga menyebabkan Ipda Giay mengalami luka tembak tangan kiri; Bripda Hence, terkena tembakan pada kaki kiri; Bripda Mario terkena tembakan pada telapak tangan kiri; dan Aipda Mustari mengalami tembakan pada paha bagian kiri.