Kisah Kakek Tua Yang Menjadi Bintang Film Dewasa

Kisah Kakek Tua Yang Menjadi Bintang Film Dewasa

Tribunsumut.com -Shigeo Tokuda (80 tahun),merupakan seorang kakek yang menjadi bintang film dewasa tertua di jepang atau mungkin di dunia saat ini. anehnya, meskipun kakek ini cukup terkenal dikalangan penikmat film dewasa, keluarga Tokuda malah mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui sang kakek adalah seorang bintang film porno.

Tokuda sempat merahasiakan pekerjaan ini kepada keluarganya. keluarganya juga tidak mengetahui apa saja yang sehari-hari dilakukan oleh kakek yang merupakan pensiunan dari seorang agen perjalanan. kini, sang kakek Tokuda sangat terkenal di kalangan penggemarnya. sang kakek menjadi bintang film porno dan setiap bulan memproduksi minimal 1 film porno.

menurut Tokuda, anajnya cukup terkejut dengan pekerjaannya tersebut. tapi istrinya memiliki pendapat lain. istrinya malah membolehkan dirinya melakukan apa saja karenia dirinya telah pensiun. istrinya hanya mengatakan kepada dirinya agar tidak bekerja terlalu keras lagi di usianya yang sudah tidak muda lagi.
shigeo tokuda
shigeo tokuda

Tokuda awalnya mulai memasuki industri pornografi hanya untuk pekerjaan sampingan. dirinya mengakui bahwa ia dilirik oleh seorang sutradara film dewasa ketika melihat dirinya sedang mencari DVD film dewasa di sebuah toko di Tokyo.

mereka mengatakan bahwa saya cocok untuk membintangi film mereka karena memiliki wajah yang nakal. awalnya Tokuda hanya menjadi pemain figuran dan medapat bayaran beberapa ratus yen saja. hingga akhirnya kini ia menjadi pemeran utama dan mendapat bayaran sebesar US$400 sampai US$500 untuk satu film.

Meski sempat stroke beberapa tahun lalu sehingga sempat berpikir untuk pensiun, Tokuda mengaku tidak mengalami masalah atas tuntutan fisik dalam film-film tersebut. Ia menjaga kebugaran dengan mendaki gunung bersama istrinya. Ia mengaku hanya dua kali mencoba Viagra yaitu satu dekade lalu atas permintaan seorang pembuat film. Obat biru tersebut, katanya, tidak berdampak ketika ia memakainya kedua kali.

kebanyakan lawan main dirinya adalah wanita yang masih muda sekitar 20 tahunan. tokuda mengakui dirinya tidak merasa kasihan kepada lawan mainnya tersebut. ia mengatakan bahwa lawan mainnya tidak menikmati peran mereka dan hanya menerima peran mereka demi mendapatkan uang saja.

tokuda juga mengatakan bahwa dirinya untuk pensiun juga tidak lama lagi. ia mengatakan bahwa dirinya sudah berumur 80 tahun dan sudah cukup untuk melakukan pekerjaan seperti itu.