Spanduk Pelarangan Bahasa Asing di Tanjungbalai Diturunkan Polisi

Spanduk Pelarangan Bahasa Asing di Tanjungbalai Diturunkan Polisi

Tribunsumut.com – MEDAN – Spanduk pelarangan menggunakan bahasa asing yang berbau SARA di Tanjungbalai akhirnya diturunkan polisi.

salah-satu-spanduk-di-tanjungbalai-larang-bahasa-asing-tribun_20161029_224309
Penurunan spanduk itu mengantisipasi timbulnya konflik sosial di kota kerang tersebut.
“Kebetulan, saya lagi di Tanjungbalai ini. Soal spanduk itu, tadi sudah kami turunkan,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting, Sabtu (29/10/2016) via selular.
Adapun isi spanduk itu berupa pelarangan menggunakan bahasa asing di Tanjungbalai. Jika menggunakan bahasa asing, maka orang dimaksud harus pergi dari Tanjungbalai.
“Suasana di Tanjungbalai masih amanlah. Mudah-mudahan masih kondusif. Saya pun masih di sini kok,” katanya.
Di Tanjungbalai, jajaran Polda Sumut juga mengantisipasi adanya kerusuhan terkait pemindahan patung budha di salah satu vihara terbesar di Tanjungbalai. Pemindahan patung budha ini, kata Rina, menggunakan crane.
“Patung budha itu dipindahkan ke bagian kanan bangunan. Jadi bukan dirubuhkan ya. Dipindahkan,” kata Rina.
Ia juga mengimbau masyarakat Tanjungbalai sama-sama menjaga suasana kondusif di kota kerang itu. Jangan sampai, kata Rina, kericuhan kembali timbul hingga menimbulkan korban jiwa.(Tribunsumut.com)