TPG Siantar Dipotong Rp 47 Miliar

TPG Siantar Dipotong Rp 47 Miliar

Tribunsumut.com  – SIANTAR – Dalam perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Siantar yang tengah dibahas saat ini di DPRD Kota Siantar berkurang lantaran dipotong pemerintah pusat.
Rancangan APBD Pemko Siantar kepada Badan Anggaran DPRD terdapat Rp 89 M yang dipotong pemerintah pusat.
Terkait masalah ini, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Siantar, Adiaksa Purba mengatakan bahwa dana yang dipotong oleh pemerintah pusat adalah dana Tunjangan Profesi Guru (TPG) sebanyak Rp 47 M dan 42 M dari Dana Alokasi Umum (DAU).

adiaksa-purba_20161006_101109
“Kemarinkan Kementrian keuangan menemukan bahwa ada TPG yang salah hitung sebanyak Rp 23 T, nah Rp 47 M ada di Kota Siantar. Selebihnya adalah dari DAU, karena penghematan anggaran. Nah yang dari DAU ini hanya di pending saja,” ujarnya.
Adiksa menjelaskan bahwa sebelumnya TPG di Kota Siantar beberapa tahun belakangan selalu dianggarkan sebanyak Rp 110 M namun yang terpakai hanya Rp 60-65 M setiap tahunnya.
Menurut Adiksa bahwa selama ini, TPG memang menjadi Silfa (Sisa lebih penggunaan anggaran). Namun,katanya, begitu uang tersebut tidak bisa dipergunakan untuk bidang lain.

“Walaupun silfa gak bisa dirubah peruntukanya, hanya untuk TPG saja, ada juknis ini tersendiri. Makanya gak masalah sebenernya,” ujarnya.
Ditanya kenapa bisa memberikan perhitungan yang begitu besar untuk anggaran TPG, Adiaksa menyatakan bahwa hal tersebut wewenang dari Dinas Pendidikan Kota Siantar.
“Kalau pengelolalanya kan ada di mereka, yang membuat perhitunganya juga di mereka. Ada atau tidak penyimpangan mereka yang tahu,” ujarnya. (Tribunsumut.com)