Warga Kota Medan Harus Waspadai Letusan Besar Gunung Sinabung

Warga Kota Medan Harus Waspadai Letusan Besar Gunung Sinabung

Tribunsumut.com – MEDAN.com – Penduduk Kota Medan harus mewaspadai letusan gunung Sinabung, diperkirakan letusan besar gunung itu sewaktu-waktu bisa membawa material letusan sampai ke Kota Medan.
Hal ini diungkapkan oleh Sejarawan Universitas Negeri Medan Ichwan Azhari melalui analisanya yang dipublikasi melalui akun media sosial miliknya.

images-5
Perkiraan yang disampaikan oleh alumni Universitas Hamburg ini bukan tanpa alasan. Dia mengemukakan fakta-fakta mengejutkan berdasarkan data arkeologis batu vulkanik kuna yang banyak ditemukan di Situs Kota China Medan.
“Eskavasi (penggalian arkeologis) situs Kota Cina Medan Marelan yang berlangsung dalam 40 tahun belakangan ini, menemukan banyak material batuan yang berasal dari letusan gunung berapi kuno,” tulis Ichwan.

14720627_252115925186593_7334907021257292875_n
Ribuan batu apung dari gunung berapi, tersebar di berbagai kotak eskavasi di situs Kota China Medan Marelan
Menurut Ketua Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial (Pussis) itu mengatakan bidang ilmu geologi bisa dimanfaatkan oleh para arkeolog untuk memperlihatkan data menarik tentang ditemukannya batuan vulkanik.
Diyakini batu vulkanik itu berasal dari dua gunung berapi yakni Sinabung dan Sibayak yang jaraknya puluhan kilometer dari situs ini.Katanya, gunung berapi Sinabung dan Sibayak kuno pernah meletus beberapa abad yang laku menurut catatan ahli sejarah gunung api.
“Situs Kota Cina Medan menyimpan data sejarah alam ini dalam lapisan sedimentasinya sedalam 1 sampai 5 meter di bawah permukaan tanah,” urai Ichwan.
Bahkan dalam laporan Prof. Daniel Perred di jurnal Archipel Prancis (2013), batuan vulkanik yang banyak ditemukan dalam kotak kotak eskavasinya di Situs Kota China adalah jenis batuan gunung api batu apung (Purnice).Menurut ahli gunung api batu apung merupakan lava berbuih yang terpadatkan. Sewaktu gunung Krakatau meletus batu apung ini menurut para ahli berton ton mengapung di Lautan Teduh selama 20 tahun lebih.
Apa arti temuan arkeologis batu vulkanik di Kota China ini?
Ichwan mengatakan kalau temuan arkeologis itu boleh jadi batu letusan kedua gunung api itu dibawa oleh banjir dan tertimbun dalam proses sedimentasi ratusan tahun.”Itu artinya lapisan tanah di situs ini menyimpan jejak sejarah alam yang penting untuk kehidupan,” ungkapnya.
Tapi tidak tertutup kemungkinan jenis batu batuan vulkanik lain yang ditemukan atau yang belum ditemukan benar benar terlontar dari kedua gunung api itu sampai ke Medan.
Jika ini benar berarti kemungkinan satu waktu letusan gunung Sinabung atau pun Sibayak bisa sampai ke Medan.
Data penting berbagai batuan vulkanik kuno ini (ada yang sudah ditemukan tapi juga banyak yang belum ditemukan), mengendap di lapisan lahan dan rumah warga.
Namun terdapat kekhawatiran akan rekam jejak sejarah, dimana situs Kota China tempat ditemukannya banyak material penting untuk melakukan penelitian akan rusak.
“Sayangnya situs yang merekam begitu banyak data sejarah peradaban kuno dan sejarah alam ini, semakin sulit untuk diteliti karena makin padatnya area pemukiman,” kata Ichwan.
Kehadiran dan kepedulian pemerintah kota Medan untuk menyelamatkan situs ini , masih merupakan mimpi. Di Museum Situs Kota China, sudah dikumpulkan dan dapat dilihat batuan vulkanik gunung berapi ratusan tahun lalu itu.Kata Ichwan koleksi batuan vulkanik ini bisa digunakan siapa saja untuk melakukan riset misteri gunung api Sibayak dan Sinabung yang dulu pernah meluluh lantakkan kehidupan. (Tribunsumut.com)